5 Fakta Seputar Pembunuhan Imas Buruh Garmen di Sukabumi

Imas (31), buruh garmen, ditemukan tewas di kontrakannya, Kampung Pasir Tugu, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Senin (19/10) malam.

Korban dibunuh dan pelakunya masih dalam pengejaran polisi. Berikut fakta-fakta seputar kematian ibu dari dua anak tersebut.


Imas Sempat Diduga Bunuh Diri

Jasad Imas ditemukan tergeletak di kamar kontrakannya, sebuah bantal menutupi muka perempuan tersebut. Luka iris di tangan kanan sempat membuat warga menduga korban Imas bunuh diri ditambah sebilah pisau ditemukan tergeletak tidak jauh dari jasad korban.

Kabar soal bunuh diri juga yang membuat Iwan Amrullah Ketua RT 02 bergegas memeriksa kamar kejadian.

"Saya sedang di rumah, sedang nonton TV dapat kabar katanya ada yang bunuh diri di kontrakan, saat itu saya kaget. Saya enggak kenal (dengan korban), jenis kelaminnya perempuan. Posisi sudah melihat, ada sayatan di tangan kanan wajah tertutup bantal," kata Iwan.


Ada Pria di Kamar Imas

Seorang pria yang diketahui sebagai suami korban sempat berada di dalam kamar kontrakan beberapa saat sebelum korban ditemukan tewas. Hal itu diungkap salah seorang saksi mata.

"Istri saya selesai magrib ingin bertemu dengan korban di kamarnya namun suaminya mengatakan korban sedang keluar dan istri saya saat itu tidak langsung menghampiri kontrakan (hanya dari luar)," kata Indra Haryandi, tetangga kontrakan korban kepada wartawan.

Sekitar pukul 21.00 WIB, Indra kembali ke kontrakan korban. Ia mengantar teman korban yang mengaku sudah janjian untuk bertemu, namun saat dipanggil tidak ada jawaban dari dalam kontrakan. Bahkan pintu kontrakan sempat digedor namun tidak ada respons dari dalam. Hingga kemudian, Indra akhirnya menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa.


Ditemukan Pisau Bernoda Darah

Polisi memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, selain beberapa berkas berisi foto korban dan dokumen lainnya polisi juga mengamankan sebuah pisau dengan noda darah.

Pantauan detikcom tidak lama setelah kejadian, berkas-berkas itu dibawa keluar saat tim Inafis Polres Sukabumi melakukan olah TKP. Pisau dengan noda darah itu bergagang biru dengan garis putih, oleh polisi pisau itu di satukan dengan berkas korban.

Tim Inafis menyasar setiap sudut ruangan kamar kontrakan korban. Posisi kontrakan itu berjajar dengan kamar-kamar lainnya, terdapat beberapa ruangan lain di dalam kamar kontrakan tersebut. Sebuah foto anak kecil juga terpampang jelas di dinding ruangan.

Korban diketahui sudah menikah, bahkan sesaat sebelum ditemukan tewas saksi mengatakan suami korban yang berada di dalam lamar kontrakan. Namun keterangan lain menyebut korban diketahui sedang dalam proses perceraian dengan suaminya.


Luka Sayatan

Hasil autopsi mematahkan anggapan korban bunuh diri, dokter forensik menemukan ada luka kekerasan tumpul dan luka sayatan di tangan perempuan malang itu dangkal alias tidak tembus sampai ke urat nadi.

"Atas permintaan Kapolsek Cibadak, kami melakukan pemeriksaan jenazah. Ditemukan ada beberapa kekerasan tumpul di leher dan kekerasan tajam di lengan sebelah kanan. Ada sayatan di lengan kanan bawah hanya kedalamannya dangkal," kata Arif Wahyono, dokter forensik RSUD Sekarwangi Cibadak Sukabumi, Selasa (20/10).

Kapolsek Cibadak Kompol Hadi Santoso menegaskan soal dugaan pembunuhan terhadap korban. Saat ditanya apakah ada indikasi pembunuhan di balik kematian Imas, Hadi tidak membantah.

"Kalau merujuk pada keterangan dokter kan seperti itu, enggak mungkin bisa meninggal sendiri tanpa orang lain kan berarti ada pelakunya," kata Hadi.

Imas Diambang Perceraian

Kakak ipar korban Imas, Sadikin mengatakan, kondisi rumah tangga Imas tengah renggang, bahkan menjurus perceraian. Hal itu diketahui Sadikin setelah berkomunikasi dengan R, suami Imas.

Prahara rumah tangga yang dialami Imas diketahui oleh Sadikin setelah R berkomunikasi dengannya melalui aplikasi perpesanan, setahun lalu. Saat itu, R curhat soal kondisi perekonomian keluarganya. Sadikin bahkan sempat memberikan nasihat.

"Dia bilang mau sudahan sama istrinya, kata dia permasalahan ekonomi, minta solusi. Kata saya kalau mau seperti pikir dulu sebelum terlambat, kalau sudah benar-benar mau melepas atau masih sayang. Kalau masih sayang di sini juga ada keluarganya ada kakak dan ibunya (bisa bantu masalah ekonomi). Sedangkan saya hanya sekadar kakak ipar, enggak bisa memutuskan," ucap Sadikin.

Sadikin mengatakan saat itu Imas meminta R untuk datang dan membicarakan persoalan dengan keluarga Imas. Namun hal itu tidak kunjung dilakukan oleh R. Lama tak ada kabar, Sadikin menerima kabar dari R bahwa Imas meninggal karena bunuh diri.

"Keluarga sempat menunggu dia (R) datang, namun ditunggu enggak ada. Terakhir memberi kabar itu malam tadi. Dia bilang Imas bunuh diri malam tadi, itu isi inbox," ujar Sadikin.

Belum ada Komentar untuk " 5 Fakta Seputar Pembunuhan Imas Buruh Garmen di Sukabumi"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel