Buruh Sukabumi Tewas Tak Wajar di Kontrakan, Suami Korban Bilang Bunuh Diri

Imas (31), buruh garmen di Sukabumi, ditemukan tewas di kamar kontrakannya, Senin (19/10) malam. Pihak keluarga berharap polisi mengungkap kematian ibu dua anak itu.

Kakak ipar Imas, Sadikin mengatakan, kondisi rumah tangga Imas tengah renggang, bahkan menjurus perceraian. Hal itu diketahui Sadikin setelah berkomunikasi dengan R, suami Imas.

"Imas ini sebelumnya pernah menikah lalu cerai. Pernikahan pertama, dia dikaruniai satu anak usia empat tahun dan dari pernikahan kedua dikaruniai anak usia dua tahun. Di mata keluarga, dia (Imas) baik, enggak ada kejelekan," kata Sadikin di RSUD Sekarwangi, Cibadak Selasa (20/10/2020).

Prahara rumah tangga yang dialami Imas diketahui oleh Sadikin setelah R berkomunikasi dengannya melalui aplikasi perpesanan, setahun lalu. Saat itu, R curhat soal kondisi perekonomian keluarganya. Sadikin bahkan sempat memberikan nasihat.

"Dia bilang mau sudahan sama istrinya, kata dia permasalahan ekonomi, minta solusi. Kata saya kalau mau seperti pikir dulu sebelum terlambat, kalau sudah benar-benar mau melepas atau masih sayang. Kalau masih sayang di sini juga ada keluarganya ada kakak dan ibunya (bisa bantu masalah ekonomi). Sedangkan saya hanya sekadar kakak ipar, enggak bisa memutuskan," ucap Sadikin.

Sadikin mengatakan saat itu Imas meminta R untuk datang dan membicarakan persoalan dengan keluarga Imas. Namun hal itu tidak kunjung dilakukan oleh R. Lama tak ada kabar, Sadikin menerima kabar dari R bahwa Imas meninggal karena bunuh diri.

"Keluarga sempat menunggu dia (R) datang, namun ditunggu enggak ada. Terakhir memberi kabar itu malam tadi. Dia bilang Imas bunuh diri malam tadi, itu isi inbox," ujar Sadikin.

Sadikin tidak mau menduga-duga soal penyebab kematian Imas. Namun ia melihat kondisi jasad adik iparnya itu tidak wajar. Terlebih ia mendengar penjelasan polisi berkaitan kondisi wanita malang itu.

"Sebagai pihak keluarga saya melihat jasadnya. Di jasadnya ada benturan tumpul, di perutnya ada seperti itu, di pergelangan tanganya ada bekas sayat. Harapan saya pihak kepolisian mengusut dan ungkap sampai tuntas," ucap Sadikin.

Salah seorang saksi mata, Indra Haryandi, mengatakan sebelum Imas ditemukan tewas, diketahui di dalam kontrakan saat itu ada R. "Istri saya selesai magrib ingin bertemu dengan korban (Imas) di kamarnya. Namun suaminya (R) mengatakan korban sedang keluar," kata Indra, tetangga Imas.

Indra kembali ke kontrakan Imas. Ia mengantar teman Imas yang mengaku sudah janjian untuk bertemu. Namun saat dipanggil oleh Idra, tidak ada jawaban dari dalam kontrakan. Pintu kontrakan sempat digedor, tetap tidak ada respons.

Saat itu Indra inisiatif membuka pintu, karena posisi pintu dalam keadaan tidak terkunci. Saat itulah korban ditemukan tergeletak dengan posisi wajah tertutup bantal dan tangan terluka. Tidak ada suami Imas di dalam kontrakan itu.

"Saya melihat di pergelangan tangan berdarah ada luka sayat di pergelangan tangan. Kondisi terlentang wajah tertutup bantal," ucap Indra.


Belum ada Komentar untuk " Buruh Sukabumi Tewas Tak Wajar di Kontrakan, Suami Korban Bilang Bunuh Diri"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel