Kasus Guru Tahfiz di Palembang Cabuli Murid, Polisi: Sementara Korban 1 Orang

 Polisi memastikan kasus pencabulan yang menjerat guru tahfiz, WH (28), di Palembang terus berlanjut. Polisi mengatakan korban kini trauma akibat dicabuli pelaku.

"Pastilah kalau itu, trauma (korban)," tegas Kapolrestabes Palembang Kombes Anom Setyadji saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (16/10/2020).

Selain melihat korban trauma, polisi tengah mendalami apakah ada korban lain. Tetapi hingga pemeriksaan saat ini, baru ada satu korban yang dicabuli.

"Sementara korban masih satu itu, (pelaku) masih ditahan," kata Anom.

Korban, kata Anom, dicabuli pelaku hingga akhirnya ketakutan dan akhirnya menangis histeris. Korban pun langsung melaporkan kejadian itu kepada keluarga.

"(Korban) teriak dan langsung lari, maka keluarga marah. Si pelaku lari ke tempat kerjanya dan langsung dilabrak keluarga korban," kata Kapolrestabes.

Sebelumnya, WH, yang merupakan guru ngaji di salah satu rumah tahfiz di Sako, Palembang, diamuk warga pada Selasa (13/10). Ia diamuk warga karena dituduh meraba dada dan paha anak didiknya dengan dalih latihan pernapasan.

Tak lama setelah diamankan, WH disebut bebas karena perdamaian. Namun WH kini dipastikan ditahan karena mencabuli anak di bawah umur setelah keluarga membuat laporan polisi.


Belum ada Komentar untuk " Kasus Guru Tahfiz di Palembang Cabuli Murid, Polisi: Sementara Korban 1 Orang"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel