Meninggal karena Sakit, Baim Bocah Penghafal Al Quran Koma 4 Hari, Ini Pesan Terakhir untuk Orangtua

Muhammad Ibrahim Wafiq alias Baim bocah 10 tahun asal Bekasi, Jawa Barat, yang kerap melantunkan ayat suci Al Quran saat terbaring di Rumah Sakit sudah meninggal dunia.

Meskipun matanya terpejam saat menjalani perawatan, tetapi mulut mungil Baim kerap melafalkan ayat-ayat Al Quran selama dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Video berdurasi 59 detik yang menunjukan bagaimana Baim melantunan ayat-ayat suci Al Quran saat terbaring lemah di Rumah Sakit karena mengidap penyakit kronis.

Tayangan tersebut sempat viral di media sosial setelah pemilik akun Facebook Neng Ayu Yasmin mengunggahnya di jejaring media online.

Dalam video yang diunggah, terlihat infus dan selang menempel di hidung dan tubuhnya.

Meskipun begitu, mulut bocah itu tetap lantang melantunkan ayat-ayat Al Quran dengan mata terpejam.

Para dokter dan perawat pun sampai dibuat keheranan dengan kondisi Baim tersebut.

Ditemui TribunJakarta.com, abu umar (27), guru mengaji Baim di Rumah Quran Az-Zahra Kavling Perwira Jaya, Jalan Bintara IV Rt 04/12, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara menceritakan kondisi sang santri yang berubah drastis.

Umar menilai, sakit yang diderita Baim bisa jadi sudah dirasakan sejak lama, hanya saja selama ini berusaha kuat dan tetap beraktivitas seperti anak pada umumnya.

"Karena orangnya nggak pernah ngeluh kan ada beberapa orang atau anak suka ngeluh ke orangtuanya nah ini enggak, anak ini ujug-ujug langsung sakit parah," ungkap Umar.

Sebelum menderita sakit parah, Baim merupakan anak yang terlihat baik-baik saja secara fisik.

Baim sendiri saat ini, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta sejak hampir kurang lebih empat bulan.

Dia selama masa perawatan memang kerap mengigau sambil terus melantunkan ayat suci Al Quran seperti yang ada di dalam video.

Selain itu, Baim juga kerap membaca salawat, dzikir, serta takbir meski kondisi tubuhnya lemas di atas ranjang rumah sakit.

"Iya sering katanya, enggak cuma itu saja dia sering solawatan, dzikir," tuturnya.

Lebih lanjut, Abu Umar menceritakan, kondisi Baim sempat membaik dan pulang ke rumahnya pada bulan lalu.

"Bulan kemarin kami silaturahmi jenguk Baim pas lagi di rumah, alhamdulillah dia kondisinya membaik dan dia pulang, nah itu alhamdulillah kita bisa ketemu," ungkapnya.

Umar menambahkan, kondisi Baim saat dijenguk satu bulan lalu tampak berbeda sebelum dia jatuh sakit.

"Kita kaget dengan kondisi yang drastis dari yang sehat sampai saat ini beda banget, kurusnya, gitu dan beliau pakai kursi roda," tuturnya.

Namun, dia bersama para ustaz yang mengajar di Rumah Quran Az-Zahra dapat melihat keinginan kuat Baim untuk dapat sembuh.

Hal ini terbukti ketika dijenguk, Baim tampak bersamangat dan dapat duduk dengan tegap dalam waktu yang cukup lama.

"Kagetnya kedua orang tua dan keluarga di sana pas kita kunjungan ke rumah Baim itu bisa bertahan lama duduknya saking semangat mau ketemu kita para ustaz-ustaz yang jenguk."

"Biasanya kalau kata keluarga, Baim kurang dari 10 menit itu udah minta tiduran dia tidak bisa duduk lama, artinya dia punya semangat lagi untuk sembuh," tambah Umar.

Kendati demikian, Abu Umar mengaku belum mengetahui penyebab pasti sakit sang santri.

"Kami enggak begitu menanyakan ke sana tapi kami tahunya disana baim sedang perawatan kemoterapi itu saja," imbuh Umar.

Menurut Umar, Baim merupakan pribadi yang dewasa.

Saking dewasanya, Baim mengaku sudah ikhlas menerima ujian berat menderita sakit.

"Pas kemarin ketemu yang kondisi dia udah sakit nah itu dia bilang dia ikhlas nerima itu semua," ungkapnya.

Bahkan, Baim pun berpesan kepada kedua orangtuanya agar tetap tegar dan kuat menghadapi ujian putra pertama mereka menderita sakit parah.

"Dia bilang ke orang tuanya 'ayah dan ibu, Baim sudah ikhlas, ayah dan ibu juga harus ikhlas dan kuat', malah dia yang menguatkan ayah dan ibunya," tutur Umar.

Bocah yang duduk di bangku kelas lima sekolah dasar tersebut merupakan penghafal Al Quran.

Sejauh ini, ia sudah menguasai juz ke 30 dan sudah diwisuda sejak 2019 lalu.

"Untuk tahun kemarin Baim sudah hafal juz ke 30 dan sudah di wisuda, untuk tahun ini 2020 beliau masuk ke juzz 29-nya," tuturnya.

Video yang viral di media sosial itu lanjut Umar, merupakan bacaan Al-Quran Surah Al-Mulk pembuka dari juz ke 29 yang tengah dihafal Baim.

"Itu (bacaan di video yang viral) surah Al-Mulk, untuk hafalan dia itu sudah sampai Al-Haqqah tiga surah di juz 29," terang Umar.

Sakit yang diderita Baim membuat aktivitasnya di Rumah Quran Az-Zahra terhenti, dia terpaksa harus menjalani perawatan serius di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

"Kurang lebih tiga atau empat bulan terakhir (sudah tidak mengaji di Rumah Quran Az-Zahra), awal awal pandemilah ya kira-kira," kata Umar.


Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Bocah yang Viral Lantuntan Al-Quran di Rumah Sakit Meninggal Dunia, Ini Pesan Baim untuk Orangtuanya, https://aceh.tribunnews.com/2020/09/30/bocah-yang-viral-lantuntan-al-quran-di-rumah-sakit-meninggal-dunia-ini-pesan-baim-untuk-orangtuanya?page=4.


Editor: faisal

Belum ada Komentar untuk "Meninggal karena Sakit, Baim Bocah Penghafal Al Quran Koma 4 Hari, Ini Pesan Terakhir untuk Orangtua "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel