Pantang Menyerah, Pria Ini Akhirnya Lulus Ujian SIM Usai Gagal 157 Kali

Cerita seorang pria yang pantang menyerah berjuang untuk mendapatkan surat izin mengemudi (SIM) baru-baru ini menuai sorotan warganet. Pasalnya, ia terus berusaha meski gagal hingga 157 kali. 

Mengutip Oddity Central, seorang pria asal Inggris yang tak disebutkan namanya dilaporkan berhasil lulus ujian tertulis SIM. Gagal hingga ratusan kali, usahanya akhirnya berbuah hasil ketika akhirnya nilainya cukup untuk lulus. 

Badan Standar Mengemudi dan Kendaraan Inggris Raya (DVSA) kemudian menyebutkan pria itu sampai memecahkan rekor terbanyak seseorang gagal di ujian tentang pengetahuan lalu lintas.

Adapun total dana yang dihabiskan sang pria untuk mengulang tes 157 kali hingga akhirnya lulus adalah 3 ribu pound atau setara dengan Rp57,6 juta. Pria tersebut sampai-sampai dijuluki pengendara terburuk oleh media loka. 

Meski demikian, ada pula yang memuji hingga menjadikan kegigihannya yang luar biasa tersebut sebagai contoh. Jelas bukan tanpa sebab, pria tersebut pantang menyerah hingga akhirnya bisa mendapatkan SIM. 

Seorang manajer perusahaan leasing, Mark Tounge, kemudian menjelaskan bahwa ujian SIM memang salah satu yang paling rumit dalam hidup. Karenanya, ia salut dengan orang yang terus-terusan mencoba.

“Lulus tes mengemudi memang salah satu yang paling rumit dalam hidup dan kadang bisa membuat kita mengulang lebih banyak dari orang lain." 

"Namun, beberapa kali pun kamu gagal, atau 157 kali, gak ada salahnya ngulang. Dan buat yang bisa melakukannya, layak mendapat pujian,” sebut Mark Tounge. 

Meski saat ini ia jadi viral sebagai peringkat pertama kegagalan terbanyak, masih ada beberapa penantang. Tercatat dari data yang sama, ada juga seorang perempuan yang sudah gagal ujian SIM hingga 117 kali, disusul perempuan lain berusia 48 tahun yang sudah gagal di 94 kesempatan.


sumber : kumparan.com

Belum ada Komentar untuk " Pantang Menyerah, Pria Ini Akhirnya Lulus Ujian SIM Usai Gagal 157 Kali"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel